Iklan Makin Menjadi….Gila?

Sekarang sepertinya semua orang sudah mulai hilang tata karma. Sepertinya aku terlalu mengeneralisasi…maaf kalau ada yang tersinggung. Tidak bermaksud bersikap sinis, tapi memang itu keadaan yang tampak.
Aku paling malas kalau melihat iklan2 yang ada saat ini. Sampai2 aku tertawa muak melihat mereka yang mulai saling menghina, saling menjatuhkan, mencari kesalahan dari saingan produk mereka satu sama lain.
Bayangkan saja, sekarang tuh paling susah cari iklan bermutu. Dan lucunya, kenapa semua iklan2 yang ku anggap bagus adalah iklan rokok ya? Sepertinya orang2 perusahaan rokok tidak merokok….sehingga mereka masih bisa berpikir dengan jernih. Hahahaha.
Nah, bagaimana dengan iklan kartu provider yang saat ini nampaknya sudah mulai angkat senjata. Siap berperang….serbu…!!!
Setiap keluar iklan baru, pasti menjelekkan provider yang jadi saingannya yang mampu menawarkan sesuatu yang baru dan lebih baik.
Misalnya iklan esia. Kalian ingat iklan yang bintangnya agus ringgo itu? Weleh2, semua kartu provider lain tak luput untuk dibantai habis…
Lanjut ke iklan xl, juga sama saja.
Fren, ga jauh beda…
Mentari, sedikit main halus. Ah, tapi…
Apalagi? Entahlah aku juga kurang ingat.
Yang langsung ditembak ditempat adalah iklan jamu. Sepertinya itu iklan baru…pertama kali lihat, “Gila nih iklan, berani banget.”
Bayangkan dengan sangat jujur ia menyerang jamu tolak angin. Sudah sangat kita ketahui bahwa jamu ini mempunyai sebuah slogan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia yaitu, “orang pintar, minum tolak angin.”
Lha kok, muncul iklan baru dari produk yang sejenis yang slogannya, “minum jamu kok harus pintar?” (Nah lho!!!, berani banget kan? Gw rasa tolak angina, pasti langsung mati di tempat) kurang lebih slogannya seperti itu. Eh, nama produknya apa ya…Bintang Angin ya??? (Pake acara lupa!!)
Aku bukan anak periklanan, jadi aku kurang tau, apakah masih ada batasan yang tidak boleh dilanggar dalam sebuah iklan?
Apakah masih ada tatakrama?

Iklan

10 Tanggapan to “Iklan Makin Menjadi….Gila?”

  1. Kakiku pegel Says:

    yah….slogan yang tepat sebenernya cuma satu: BUANGLAH IKLAN PADA TEMPATNYA…
    Hoi…
    Tapi bukannya kalian anak komunikasi yang bikin ntu iklan? Nah lo, knapa kondisinya jadi kayak gini?
    Kalian yang malas belajar, atau dosen kalian yang tidak becus mengajar? Hahaha…

  2. klo kata gw, sebenarnya bangsa kita kan bangsa timur, jadi kayaknya, kurang pantes aja klo nyindir secara terbuka.. tapi mo gimana lagi, itu kan strategi marketing, dan dari apa yang gw pelajari (walopun gw bukan anak iklan) di negara ini, kita masih punya etika pariwara ato lebih tepatnya kode etik pariwara. sudah selayaknya hukum ditegakkan, bukan hanya untuk pajangan keren kerenan doang… tul gak??? pihak yang terkait harus lebih sangat amat tegas untuk menangani hal ini.. apalagi tuh ada satu iklan yang gak penting, klo gak salah iklan minuman berenergi gtu deh, yang nampilin dada binaragawan yang naik turun pas ada musik ajep2.. edan gila.. gak penting banget (klo kata gw mah)

    yauwda gitu aja..
    ingat perjuangan untuk membangun negara ini belum berakhir..
    merdeka..
    salam pemuda pemudi Indonesia..

  3. Semutpemalu Says:

    iklan yah…
    hmm…
    sebenarnya seh mengiklankan produk kita seh gak masalah..cuman yang menjadi masalah saat ini tuh karena adanya kapitalisasi di dunia periklanan. dengan mengusung slogan halal cara apapun maka saling menghina, saling menjatuhkan, mencari kesalahan dari saingan produk mereka satu sama lain adalah sah2 ajah.
    so gimana? mo tetep ada kapitalisme yang telah membuat jati diri manusia sbg makhluk yang harusnya saling tolong menolong, dll sirna dan digantikan oleh egoistik, dll makanya terus ajah melawan. sampai titik darah penghabisan.^_^

  4. ya…iklan jaman sekarang emang kebanyakan gitu. saling menjatuhkan. apa bangsa kita sudah segitu buruk mental dan akhlaknya yah? yang saya lihat di iklan2 luar negri sih…lihat2 di youtube dan metacafe, kayaknya gak ada deh iklan yang saling menjatuhkan produk2 saingan.

  5. menurut gw normal aja
    namanya juga persaiangan
    kalo bisa sih
    langsung ketok pake nama produknye
    hohohoho

  6. anakgaulmasakini Says:

    arrhghh.. gw juga males ngeliat iklan2 ga mutunya indo.. mau ngirit apa gimana? malah jadi terkesan murahan… gw inget sering ngeliat iklan2 luar.. kreatif2 banget.. sederhana tapi ngena banget.. dan gw rasa gak ngebutuhin budget banyak deh…

    emang kitanya aja yang ga kreatif.. eh gak mau kreatif

  7. kayanya emang iklan sekarang adalah buat ajang saling menjatuhkan saingan satu sama lain…

    semua saling menyindir pesaingnya…

    dan emang bener juga tuh…knapa ya kok malah iklan rokok yang kelihatan agak bagus..

    dari segi penampilan iklan, segi artistik, dan pesan yang ingin disampaikan..

    no wonder,,sampai sekarang pabrik rokok gak pernah bisa ditutup (Lho?!)

    jangan lupa, komentarin gitagaluh.blogspot.com

  8. iklan…..
    wah sebenernya sayang bgt klo media ini pun dijadikan sebagai ajang saling menghina….
    kenapa tidak bersikap sportif saja sih….
    tidak perlu menunjukkan kekurangan pihak saingan tapi tunjukkan kelebihan yang kalian punya…
    itu akan lebih memberi nilai tambah,,, bukan begitu??
    ^_^

    eniwei….
    kreatif juga diperlukan…

    so…
    terus berkaryalah anak bangsa..
    berikan hasil yg membuat kita bangga akan bangsa ini..

    hohohoho…
    ^_^

  9. pernah lihat pameran iklan terbesar? semacam ad-vest gitu… kebanyakan isinya iklan luar. tapi mereka, meskipun saling bersaing dan (pasti) saling menjatuhkan, yang ditampilkan adalah iklan yang mencerdaskan. penonton kudu mikir dulu, apa produk yang sebenarnya diiklankan. pengemasannya sangat kreatif.
    tapi semua di Indonesia harus dipertontonkan secara gamblang. harus kasih tahu kalau produk kita lebih unggul, dengan membandingkan dengan produk lain. tidak adakah cara yang lebih etis? kenapa? rasa-rasanjya, karena dianggap bangsa Indonesia ini BODOH. yang nggak ngerti kalau nggak bener2 dikasih lihat.

  10. hmmmm….sebenarnya kalau dilihat dari sisi marketing…comparative advertising, atau sekalian head to head juga tidak akan dipermasalahkan..karena toh itu ada teorinya semua..dan itu banyak dipake di banyak negara koq..
    dan kalau mempermasalahkan budaya…hey banyak juga koq budaya kita yang sudah ber-penetrasi..
    kode etik pariwara memang ada…dan itu memang sangat berguna (terutama bagi yang mudah terpancing emosinya)intinya itu si cuma buat ngontrol aj..

    oh ya sebagai perusahaan yang profesional si, tentunya mereka tidak akan “mati mendadak” dengan adanya iklan serangan dari competitornya. karena ketika mereka merasa bahwa image produk mereka baik, mereka akan menyerahkan semuanya itu pada masyarakat. biarlah konsumen yang menilai.

    oh ya kl menurut g, malah sekarang iklan-iklan buatan anak negeri sudah mulai bagus2 loh..justru dengan adanya perang iklan sperti pada provider komunikasi,, membuat para ad agency jadi memutar otak dan bertindak sekreatif-kreatifnya.

    untuk batasan…memang di Indo masih ada batasannya…sperti tidak boleh menyebut langsung sebuah merek atau memperlihatkan merek competitor yang di-compare. kalau kaya iklan esia kan itu hanya memperlihatkan simbol2 warna aj…itu masih boleh…

    pernah liat iklan pepsi-coca coalnya versi amerika kan…
    nah itu mungkin di Indo gk boleh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: